Ketoprak Semarang: Makanan Tradisional yang Cocok Buat Ide Bisnis

Pakde Min berjualan di warungnya | Sumber: Dapurbunda.co


Ketoprak merupakan salah satu makanan khas Betawi yang telah menjadi favorit banyak orang di berbagai daerah di Indonesia. Terbuat dari perpaduan ketupat atau lontong, tahu goreng, bihun, toge, serta siraman bumbu kacang yang khas serta menggugah selera. 


Popularitas ketoprak yang tinggi membuatnya menjadi peluang bisnis kuliner yang menjanjikan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Sama halnya dengan  yang dilakukan oleh Pakde Min yang menjual Ketoprak Semarang.  


Menurut Pakde Min ketoprak bukan sekedar makanan, tetapi juga budaya yang tetap hidup di tengah modernisasi. Berjualan Ketoprak khas Semarang menjadi salah satu aksi untuk terus mengingatkan anak muda dengan cita rasa nusantara. 


“Ketoprak itu enggak ada matinya, dari dulu sampai sekarang, tetap banyak yang suka. Apalagi kalau bumbunya enak, pelanggan pasti balik lagi,” ujar Pakde Min saat ditemui di warungnya (04/06/2025). 


Walaupun Pakde Min menjual makanan tradisional dengan mengedepankan cita rasa yang orisinal namun harga jualnya masih ramah di kantong. Harga Ketoprak Semarang milik Pakde Min dijual dengan harga Rp 15.000 per porsinya. 


Ketoprak Pakde Min | Sumber: Dapurbunda.co


Salah satu pelanggan Ketoprak Pakde Min adalah Dini (30 tahun), yang membeli ketoprak karena mengingatkannya pada masakan ibunya di Semarang. “Untuk harga segitu (Rp 15.000) dan rasanya yang enak, dan porsinya yang ngenyangin pastinya worth it untuk dibeli,” ujar Dini pada Rabu (04/06/2025). 


Ketoprak bukan sekadar makanan jalanan. Ia adalah warisan kuliner yang punya potensi besar untuk dikembangkan secara profesional. Dengan pengelolaan yang baik dan sentuhan kreativitas, bisnis ketoprak bisa menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan sekaligus melestarikan cita rasa tradisional Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Suapan, Sepenuh Cinta: #CitaRasaRumahan